Welcome Message


Home

Orasi Ilmiah Dasa Windu M. Barmawi memasuki Anggota Kehormatan AIPI : “Ilmu Pengetahuan Dasar Fisika Material Elektronik”

Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIPD-AIPI) bekerjasama dengan Kelompok Keahlian Fisika Material Elektronik Fakultas MIPA Institut Teknologi Bandung (ITB),  di  Auditorium Campus Center, Institut Teknologi Bandung,  Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132, Bandung, Jawa Barat, pada hari Sabtu, 16 Maret 2013   telah menyelenggarakan “Orasi Ilmiah Dasa Windu Prof. M. Barmawi dalam rangka memasuki Anggota Kehormatan AIPI”, yang mengangkat tema “Ilmu Pengetahuan Dasar:  Fisika Material Elektronik”.

Kegiatan   dimaksudkan sebagai sarana sosialisasi capaian hasil karya Prof. M. Barmawi selama ini di bidang Fisika Material Elektronik kepada masyarakat,  yang  tepatnya pada 1 September 2012 lalu telah genap berusia 80 tahun sekaligus memasuki Keanggotaan Kehormatan AIPI.

Prof. M. Barmawi memiliki pengalaman penelitian panjang dan telah berkecimpung dalam bidang Fisika selama lebih dari 20 tahun, dimulai sebagai Research Assistant di Enrico Fermi Institute for Nuclear Studies, University of Chicago. Kemudian menjadi Associate di International Center for Theoretical Physics, Italy. Sejak kembali ke tanah air tahun 1967, Prof. M. Barmawi mengembangkan riset di berbagai bidang, seperti Geofisika dan Fisika Material. Akhirnya pada tahun 1980, mengkhususkan dalam bidang Fisika Material Elektronik di mana beliau menjadi Kepala Laboratoriumnya. Dalam perkembangannya selama hampir 20 tahun, Laboratorium Fisika Material Elektronik ITB telah berhasil mengembangkan berbagai sarana penelitian dalam bidang film tipis material elektronik, berupa sistem Plasma CVD, Sputtering, MOCVD dan yang paling baru - diselesaikan Februari 2000 - adalah sistem Pulsed Laser Deposition

Pengangkatan sebagai anggota dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dimulai tahun 2002, di mana AIPI berperan dalam memantau perkembangan terkini ilmu pengetahuan dengan memperhatikan kemampuan ilmuwan Indonesia. Atas kontribusi  dan prestasi beliau dalam dunia ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Fisika Material Elektronik, setelah usianya ke 80 tahun, maka berakhir masa tugasnya di AIPI sebagai anggota biasa, dan memasuki Anggota Kehormatan.

Hadir dalam seminar yang meliputi hasil karya-karya Prof. M. Barmawi di bidang Fisika Material Elektronik baik selama menjadi dosen di FMIPA ITB maupun keanggotaan AIPI sampai saat ini,  lebih dari 120 orang ini terdiri dari berbagai kalangan yaitu anggota AIPI, rekan sejawat dan mantan mahasiswa S3 bimbingan, murid-murid binaannya serta kolega-kolega yang sempat bekerjasama dalam terobosan-terobosan yang digawanginya serta masyarakat umum.

Acara Orasi Ilmiah ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Organisasi, Prof. Irawati. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar-AIPI, Prof. Mien A. Rifai.

Mien bercerita tentang sosok Barmawi yang selalu enerjik di setiap kesempatan, selain itu Mien juga selalu memuji keahlian Barmawi dalam memimpin Kelompok Keahlian (KK) Fisika Material Elektronik (Fismatel) di ITB.

Pujian yang serupa juga dilontarkan Umar Fauzi selaku Ketua Program Studi FMIPA. "Tanpa tangan dingin beliau, KK Fismatel mungkin tidak seperti sekarang. Fismatel memiliki kenaikan jumlah publikasi jurnal ilmiah dan riset yang membanggakan, Prof. M. Barmawi telah sukses menjadi teladan baik sebagai pembimbing dan juga peneliti di bidangnya. Orasi ini menunjukkan betapa banyak hal yang telah ia perbuat untuk perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia," papar Umar.

Setelah rangkaian pembukaan dan sambutan, Prof. Mikrajudin Abdullah memoderatori Orasi Ilmiah dimulai dengan cerita Barmawi saat awal kuliah dulu,  dilanjutkan dengan pemaparan karya-karya dari KK Fismatel. Karya-karya ini diantaranya adalah pembuatan reaktor PE-CVD untuk pembuatan sel surya, reaktor sputtering, dan sistem deposisi Pulsed Laser Ablation (PLA).

KK Fismatel ITB juga memiliki proyek-proyek lain. Dana untuk proyek ini didapat dari donatur maupun dari KK Fismatel sendiri. Contoh proyek-proyeknya adalah Reaktor Sputtering Unbalanced Magnetron, Center Grant Project: Thermal MOCVD dan Plasma Assisted MOCVD, dan masih banyak lagi.

Kontribusi Ilmu Pengetahuan Dasar dalam Pembangunan
Setelah memaparkan hasil jerih payah selama bertahun-tahun dalam KK Fismatel, Barmawi menjelaskan peran yang dimiliki Ilmu Pengetahuan Dasar pada pembangunan Indonesia. "Untuk berpindah menjadi negara maju, kita harus membangun endogenous development melalui IPTEKS," ujar Barmawi. Indonesia yang memiliki Gross Domnestic Product per Capita (GDP/per kapita ) terendah di antara negara-negara tetangganya, maka kita harus lebih memperhatikan IPTEKS jika ingin mengejar ketinggalan dari negara lain.

Menurut model Schumpeter, pola perkembangan industri dapat didorong oleh inovasi dalam IPTEK , merupaken gelombang inovasi yang terakhir adalah nanoteknologi. Teknologi ini termasuk ke dalam bidang Ilmu Pengetahuan Dasar, yaitu Iptek nano. Untuk dapat mendorong perekonomian, maka dibutuhkan enabling technologies seperti teknologi nano ini. Barmawi menjelaskan ada dua loncatan katak (leapfrog) yang bisa dilakukan untuk mengejar ombak pembangunan di dunia ini. Pertama yaitu mengejar gelombang inovasi terakhir, yaitu Iptek Nano dan kedua adalah memaksimalkan inovasi yang telah dimiliki sekarang. Menurut Barmawi yang harus dilakukan adalah mengejar arus inovasi dengan menggencarkan teknologi teknologi nano di negara kita ini.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengejar gelombang pembangunan adalah dengan meningkatkan kemandirian dalam iptek Nano dan membuka peluang
alih teknologi dengan Foreign Direct Investmtent (FDI). Dewasa ini pemerintah hanya melakukan FDI untuk memberi lapangan kerja dan kadar alih teknologinya rendah, seperti dalam turnkey projets dan joint ventures

Teknologi Nano
Teknologi nano bertujuan untuk memahami dan mengendalikan struktur dalam skala bebreapa nano sampaikl 100nm.(1 nanometer = 10-9 meter) Selain itu juga bertujuan untuk menciptakan dan menggunakan berbagai struktur, device, dan sistem yang memiliki sifat-sifat serta fungsi-fungsi dasar baru yang disebabkan oleh struktur berskala nano.

Aplikasi teknologi nano, menurut Barmawi, dapat menyelesaikan 5 poin dalam 8 poin Millenium Development Goals (MDGS). Poin MDGs yang dapat dipecahkan dengan aplikasi teknologi nano adalah poin nomer 1, 4, 5, 6, dan 7 yaitu menghapuskan kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan kesehatan anak, meningkatkan kesehatan ibu hamil, menurunkan angka terjangkit HIV/AIDS, dan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan (“sustainable environment”)

Barmawi mencontohkan, teknologi nano dalam peningkatan pelayanan keshatan. Pada bidang ini, aplikasi teknologi nano terbagi menjadi dua, yaitu nano aktif dan nano pasif. Contoh dari aplikasi teknologi nano aktif adalah deteksi patogin dan mikroorganisme. Keunggulan dari teknologi ini adalah kecepatannya yang jauh lebih cepat daripada metode konvensional. Hasil deteksi yang tadinya baru dapat keluar dengan hitungan jam dan bahkan hitungan hari, dengan teknologi nano hasil dapat keluar hanya dengan hitungan menit saja.

Setelah memaparkan latar belakang mengapa meminati pengetahuan dasar, Prof Barmawi menguraikan perjalanan kariernya yang terdiri dari dua fasa. Fasa pertama adalah dalam bidang Fisika Partikel Elementer, dimana yang dikembangkan adalah model Regge untuk produksi dari meson2 yang baru diketemukan di th 1960-an Fasa yang kedua adalah dalam bidang Fisika Material Elektronik.

Perpindahan minat ini disebabkan oleh karena disekitar th1970-an, sulit untuk memperoleh data eksperimental yang actual, oleh karena eksperimen2 dalam Fisika partikel ini hanya dilakukan di pusat2 penelitian, yang mempunyai akselerator yg besar, yang hanya ada 2 buah diseluruh dunia dan pada waktu itu belum da internet. Sedangkan dalam Fisika material elektronik lebih layak untuk melakukan percobaan sendiri “, tutur Barmawi.

Dalam mengembangkan bidang ini, telah berhasil dibangun alat pembuatan film tipis yang berupa: 1)Plasma Enhanced CVD(Chemical Vapor Deposition) untuk membuat lapisan tipis semikonduktor amorf untuk sel surya; 2) Sputtering, dari jenis Unballanced Magnetron Sputtering,dan facing target sputtering,untuk membuat lapisan tipis semikonduktor dan Sperkomduktor suhu tinggi; 3).MOCVD(MetalOrganic Chemical Vapor Deposition) dan 4).PA MOCVD(Plasma Assisted MOCVD) untuk membuat lapisan tipis semikonduktor paduan dan superkonduktor suhu tinggi; 5).Pulsed Laser Deposition (PLD) untuk membuat lapisan ferroelectric dan semikonduktor paduan GaN. Semua kegiatan tersebut hanya didanai oleh sumber2 dalam negeri.

Dalam bagian yang terakhir dari orasi ilmiah ini, Prof. Barmawi kembali menyampaikan pandangannya mengenai peluang kontribusi Iptek Nano untuk kesejahteraan, dengan meningkatkan dalam pelayanan kesehatan, ketahanan pangan dan pemantauan lingkungan Peningkatan ini dapat dicapai dengan pengembangan sensor hayati dengan bantuan elektronika organic. Elektronika organic sebagai gelombang inovasi yg terskhir, mempunyai kelebihan dalam ramah lingkungan karena proses2nya dilaksanakan pada suhu yang lebih rendah dibandingkan dengan elektronika semikonduktor. Disamping itu investasi yang diperlukan juga lebih kecil, sehingga lebih dapat dijangkau oleh Negara berkembang. Beberapa struktur nano dapat dibuat dengan peralatan yang sudah dikembangkan dalam lab Fisika material elektronik sedangkan elektronika organik dikembangkan di jurusan Fisika dibawah pimpinan Prof. Tjia May On Ph.D.

Prof. M.Barmawi menyampaikan  terimakasih kepada pimpinan AIPI, khususnya ketua komisi IPD, yang telah memberikan peluang, kesempatan dan dukungan untuk menyelenggarakan orasi ini.  Dalam perjalanan hidupnya, dalam meniti karier sebagai ilmuwan dalam bidang Ilmu Pengetahuan Dasar, telah banyak fihak yang telah memberikan dukungan. Pertama2 kami sangat berterimakasih atas dukungan istri kami Almarhumah Sri Hadi Barmawi S.Si, yang telah memberikan dukungan mulai dari ketika kami duduk di bangku kuliah, sampai almarhumah meninggalkan kami sekeluarga, th 2004.

Juga sangat berhutang budi kepada pimpinan ITB, yang ketika itu mendorong kami melanjutkan studi di Chicago, yaitu Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro Alm. dan Prof. Dr. Mudomo Alm. Terima kasih juga pada Prof. Ir Wiranto Arismunandar, sekembali dari Chicago, Prof. Ir. Wiranto, sebagai Rektor ITB telah memberikan dukungan berupa Grants dari Jepang, Torrey Foundation dan Asahi Glass, yang merupakan start-up funds untuk membangun  Fismatel.

Disamping itu pengembangan Fismatel tidak akan berhasil tanpa dukungan dari Staf yang mendukung kami dalam melaksanakan penelitian. Mereka adalah Prof. Dr. Toto Winata, Prof. Dr. Khairurrijal, Prof Dr. Mikrajuddin Abdullah, Dr. Sukirno Alm., Dr. Maman Budiman, Dr. Pepen Arifin, Dr. Euis Sustini, dan Dr Yudi Darma, kebanyakan dulu bekas anak didiknya dalam program S1/ S2, yang melanjutkan program S3-nya di Luar Negeri dan beliau sangat bangga atas karya2 mereka. Yang tidak kurang pentingnya adalah Dr. Wilson Wenas, yang telah mendukung ketika memasuki bidang sel surya. Dalam th. 2004, memperoleh anugerah Habibie dan sekarang adalah konsultan dari perusahaan sel surya, seperti perusahaan Bakri dan konsultan dari perusahaan2 A.S. di Singapura.

Yang tidak kurang pentingnya adalah Prof. Dr. M.O. Tjia. yang telah membangun kelompok Elektronika Organik. Ia pernah saya bimbing sebagai mahasiswa S1, tapi kemudian kita sama2 belajar di Chicago untuk meraih Ph.D. Dalam tahun yang lalu beliau memperoleh Anugerah Bakri dan sebelumnya telah memperoleh anugerah dari The 3rd World Academy of Sciences, karena beliau telah membuat paper2 yang mempunyai citation index yang paling tinggi di kawasan Asia Tenggara”,ujar Barmawi kembali.

Tuntutan kemutakhiran dari bahan2 yang dikaji anak2 didiknya dari tingkatan S3, untuk thesis mereka, adalah salah satu yang mendorong untuk memutakhirkan pengetahuannya dalam bidang Fisika Material Elektronik. Mereka yang kini telah menyelesaikan program S3nya adalalah: Dr. Wiwik Subowo, Dr. Chunaeni Latif, Dr. A.Sani, Dr. Sugianto, Dr. Eko H. Sudijono, Dr. Amiruddin Supu, Dr. Togar Saragih, Dr. Irzaman, Dr. Ida Hamidah, Dr. Dadi Rusdiana, Dr. Andi Suhandi, Dr. Horasdia Saragi, Dr. Euis Sustini, Dr. I. Usman, Dr. Mursal, Dr. Darsikin, Dr. Budi Mulyanti, Dr Supriyanto dan Dr. Fitri S. Arsyad. Akhirnya  penyelenggaraan orasi ilmiah ini, telah diorganisir dari fihak AIPI dikoordindsikan oleh Dr.Anny Sulaswatty, Asisten ahli dari komisi IPD dan fihak ITB Dr. Ferry dan Dr. Fatimah M. Noor serta para staf  muda dari Fismatel.

Acara ditutup oleh Ketua Fismatel, Prof. Dr. Toto Winata yg didahului dengan persembahan Lagu Hymne Guru dari seluruh mantan mahasiswa S3 bimbingan, serta murid-murid binaannya. (asw/kipd/aipi)

Publication

Review of Disability and Rehabilitation Research: NIDRR Grantmaking Processes and Products

By Prof. Dr. KH. Asyim S.

read more//

 

 

Sekilas AIPI

AIPI adalah Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia SEJARAH PENDIRIAN Kebutuhan akan suatu wadah bagi ilmuwan terkemuka yang bersifat mandiri...

read more//

Organisasi AIPI

Struktur Organisasi AIPI dapat dilihat pada gambar ini...

read more//

Regulasi

Undang-undang Republik Indonesia pada...

read more//

Publikasi

Pandangan Akademi Ilmu Pengetahuan...

read more//